12 Usaha Sampingan Anak Kuliah Buat Bantu Bayar Kost

Sebagai siswa, terkadang banyak waktu yang dapat digunakan tidak hanya untuk bermain, tetapi menghasilkan sesuatu yang dapat lebih bermanfaat. Apabila seseorang memiliki hobi menulis, alangkah baiknya jika dikembangkan karena hobi yang satu ini berpotensi menghasilkan uang. Jangankan mereka, kita mungkin dahulu ketika masih menginjak masa-masa umur belasan tahun sudah mulai mengerti akan pentingnya memiliki uang sendiri sehingga dapat memenuhi keinginan pribadi. Kita kini mengenal dan mengetahui bahwa anak-anak umur belasan sudah mulai mengerti akan pentingnya uang sebagai alat tukar yang dapat mereka pergunakan untuk membeli berbagai barang yang mereka inginkan.

Ubpa dan rekan-rekannya melakukan pemasaran melalui media sosial yang akan diantar ke pelanggan serta membuka outlet di acara kampus. Dalam sehari Ubpa dan tim dapat menjual sampai a hundred pcs MIHAGO. Namun saat pandemi ini, Ubpa mengaku tidak bisa memasarkan kembali di kampus karena adanya kebijakan belajar dari rumah dan memulangkan mahasiswa ke kampung halaman masing-masing, termasuk Ubpa dan kedua rekannya.

Semua itu dilakukan untuk dapat merasakan bagaimana menajdi seorang pengusaha. Untung rugi dan pencatatan yang baik serta memulai lobi dan bernegosiasi adalah beberapa hal yang memang tak bisa hanya dipahami lewat teori. Semua itu harus dirasakan agar kelak mampu menanggung resiko yang lebih besar dan membuka lapangan kerja yang lebih banyak dengan keuntungan yang lebih tinggi juga. Usaha sampingan anak kuliah bisa juga dengan membuka channel YouTube. Saat ini ada banyak peluang untuk mendapatkan uang dengan menjadi youtuber.

Jadi, kamu sebagai mahasiswa sekaligus pebisnis, harus pintar mengatur waktu. Jadi, kalau ada kelas, ya sebaiknya kamu atur ulang jadwal bisnis kamu. Gak cuma bisa nambah uang saku, tetapi bisnis dari bangku kuliah bisa jadi pengalaman yang dapat kamu jadikan pilihan setelah lulus kuliah.

Muncul juga dalam benaknya, ternyata menjadi seorang guru itu tidak bisa kaya. Tapi ternyata orang tuanya tidak sependapat dengan keinginannya menjadi pria berdasi. Alasannya jelas, sebagai seorang pegawai, dirinya dinilai hanya akan mampu menghidupi keluarganya atau hanya anak dan istrinya saja.

Untuk ekspansi bisnisnya, ia juga banyak menggandeng orang-orang lain. Misalnya aktris cantik Luna Maya untuk usaha kue Kastera Castella, Raffi Ahmad di rumah produksi RA Picture, Robert dan Robby Liong di usaha parfum, dan masih banyak lagi. Rudy Salim mengaku dalam acara tersebut bahwa ia tengah menggeluti sekitar 12 sektor usaha. Mulai dari IT, properti, restoran, retail, automotif, waralaba kopi, kue artis, rental mobil, event market, agrikultur, resort, dan entertainment. Dari sekian banyak, ia mengaku bisnis retail yang paling menguntungkan dan cenderung stabil. Dalam setiap wawancara tentang biografi dan perjalanan kariernya, Rudy Salim selalu menekankan diversifikasi.

Pertama, pada stage pendidikan dasar dan menengah, harus terdapat kurikulum yang mengajarkan tentang kewirausahaan. Kedua, entrepreneur harus diciptakan dan dikembangkan dan pada stage perguruan tinggi. Ketiga, harus terdapat gerakan nasional pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat, agar gerakan ini dapat menjangkau masyarakat luas yang barada di luar bangku sekolah. Terlebih lagi jika bisnis Anda sudah punya sistem yang baik, Anda tidak perlu mengawasinya setiap saat.

Dengan demikian, anak akan memiliki keahlian mendasar untuk menjadi seorang pengusaha. Ia akan belajar mengetahui modal awal, harga jual, dan laba dari penjualan. Secara psychological, akan merangsang kreativitas anak dan membentuk kesadaran bahwa mencari uang itu tidak mudah.

Menjadi pengusaha sambil sekolah

Awal tahun 2017 ini ia baru saja mendapatkan pesanan untuk mencetak ratusan kalender dari sebuah lodge ternama di Malang. Untuk memperlihatkan keseriusannya, Fahris pun mendirikan perusahaan percetakan yang diberi nama Barokah Printing, dengan modal dari tabungannya sendiri. Lalu sekitar enam bulan kemudian berubah nama menjadi Asa Printing. nusakini.com– Fahris Tauzinasy Syifa, siswa kelas XII SMK Negeri 4 Malang, Jawa Timur, telah menjadi seorang pengusaha percetakan di usianya yang baru menginjak 18 tahun. Niatnya berwirausaha baru muncul setelah ia mengikuti pembelajaran di sekolahnya untuk program keahlian Produksi Grafika. Meski usaha yang dirintisnya baru berusia satu tahun, Fahris sudah bisa mendapatkan omset bernilai puluhan juta rupiah.

Saat ini, Alwin sebagai mahasiswa Jurnalistik di Universitas Padjajaran, ia tetap menjalankan bisnisnya meskipun sambil kuliah. Semua bisnis yang ia jalani selalu sesuatu yang ia minati agar tetap happy menjalaninya. Salah satu bisnis yang sedang ia kembangkan adalah Toptopi sejak tahun 2015 dengan slogan “topinya orang Indonesia”. Bisnis ini dimulai pada kegemaran Alwin pada development topi custom di tahun itu. Dari bisnis dan hobi ini, ia berhasil menjual 300 topi custom per minggu.