Heboh Babi Ngepet Beraksi Dan Ditangkap Warga Sambil Telanjang

Seorang ibu bernama Wati sempat viral lantaran menuduh dan seakan mengetahui siapa orang di balik babi yang diduga jadi-jadian tersebut. Kemudian, AI membeli babi hutan berwarna hitam dari sebuah toko online dengan harga Rp900 ribu, beserta ongkos kirim Rp200 ribu. Berdasarkan keterangan sementara, penangkapan diduga babi ngepet tersebut dilakukan oleh warga Kelurahan Bedahan dengan cara telanjang bulat.

Untuk memastikan kalau babi yang ditangkap oleh warga adalah binatang jadi-jadian, lalu warga pun berinisiatif untuk mengurungnya dengan mengikat moncong dan bagian kakinya. Saat ini Babi tersebut diamankan di salah satu rumah warga dan kondisinya mulai mengecil. “Nah, di situlah orang itu duduk, dan di situlah proses dari manusia sampai menjadi babi, 1 jam 30 menit kurang-lebih lamanya itu menjadi babi, gitu ya. Dan itu pun hanya orang-orang yang dia membuka baju atau telanjang bulat yang melihat.

Kemudian orang berjubah tersebut duduk dan setelah di tunggu selama 1,5 jam orang tersebut berubah menjadi babi hutan, warna hitam , menggunakan kalung dengan ikat kepala merah. Setelah video buatannya itu viral, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Hasilnya, apa yang diceritakan Adam merupakan rekayasa dan kabar bohong. Saat ini, Babi tersebut diamankan di salah satu rumah warga dan kondisinya mulai mengecil.

Abdul Rosad menyebutkan babi yang ditangkap masih dalam bentuk binatang dengan badan hitam dan mulai mengecil. Usai berubah wujud menjadi makhluk yang menyerupai celeng, si pelaku harus berkeliling ke rumah penduduk untuk mengambil uang mereka secara gaib. Setelah itu, barulah si pelaku pesugihan melakukan aksinya untuk mencuri uang atau harta lain milik orang lain, supaya bisa menambah kekayaannya. Ketua RW setempat Abdul Rosad mengatakan, masyarakat setempat meyakini babi yang dianggap sebagai sosok jadi-jadian ini hanya bisa ditangkap dalam keadaan bugil. “Demi dewa….apa orang depok belum pernah liat babi hutan ya…jaman makin maju kelakuan makin bloon,” tulis Poersky. Salah seorang warga di sekitar di lokasi bernama Suhanda mengungkapkan, untuk menangkap hewan itu sejumlah warga harus nekat telanjang bulat alias bugil.

Sehingga ingin menyaksikan secara langsung babi ngepet tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerumunan. Dalam rilis yang digelar Polrestro Metro Depok, Adam Ibrahim mengaku menyesal dan minta maaf atas isu babi ngepet di Depok itu. Dia mengaku nekat menyebarkan isu tidak benar karena merasa keimanannnya sedang turun. Kemudian isu ini dikembangkan oleh komplotan tersebut, dengan membuat kabar bohong bahwa ia kehilangan uang.

Babi ini ditangkap dini hari tadi di RT 02 RW 04, pukul 00.20 WIB. Dijelaskan, ritual pesugihan babi ngepet ini harus dilakukan oleh 2 orang, yang biasanya pasangan suami dan istri yang sudah kehilangan akal sehatnya. Suhanda mengatakan, alasan utama penyembelihan karena banyak warga yang berkerumum hendak melihat seekor babi ngepet tersebut.

Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak. Sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak,” tambahnya. Ketua RW setempat bernama Abdul Rosad, mengatakan warga kaget melihat ukuran babi ngepet yang belum lama ditangkap semakin lama ukurannya semakin mengecil. Isu babi ngepet itu membuat seekor babi ditangkap oleh warga dan dikurung, serta diumumkan akan dibunuh, jika tidak ada keluarga yang mengakuinya. Belakangan inimedia sosialdiramaikan dengan pemberitaan mengenai babi yang berhasil ditangkap di Depok, Bunda.

Babi ngepet ditangkap Warga

Keberadaan babi ngepet ini sempat meresahkan warga yang dipercaya telah mengambil uang milik warga setempat. Babi itu, kata dia, bisa diamankan setelah dilakukan proses penangkapan sekitar 20 menit. Adam menambahkan babi ngepet ini sudah sering mencuri uang warga sejak sebulanan lalu. Seekor hewan yang dianggap babi ngepet membuat geger warga Kota Depok, Jawa Barat . Sarip , salah seorang warga mengatakan babi itu sering muncul di tengah permukiman sejak tiga pekan lalu. Mendengar kabar ada babi ngepet tertangkap warga kampung Dukuh Jati dan sekitarnya berbondong-bondong datang untuk menyaksikan.

Jadi sebenarnya mengapa warga berpikiran seperti itu bermula dari keresahan, banyak uang mereka hilang. Dia pun menceritakan detik-detik penangkapan babi itu hingga melibatkan enam orang yang harus telanjang di sebuah kebun. Bukan itu saja, warga yang sebelumnya sudah siap dengan kedatangan sang babi ngepet langsung menangkap dan memasukkannya ke dalam kandang yang terbuat dari bambu kuning. AI juga yang mengarang cerita tentang cara menangkap babi ngepet harus telanjang. Ketua RW 04 Bedahan Abdul Rosadi membenarkan peristiwa penangkapan babi ngepet ini.

Setelah menjadi orang tersebut berlari kesana kemari karena dikepung, babi berhasil ditangkap dengan menggunakan sorban berwarna hijau. Setelah ditangkap kemudian ditabur garam dan disabet dengan sapu lidi berjumlah tujuh batang kemudian Kong4D dikandangi,” beber Rio. DEPOK – Babi jadi-jadian yang ditangkap warga Bedahan, Sawangan, Depok ternyata sudah lama meresahkan. Konon warga yang enggak melepas pakaian tidak bisa melihat hewan yang diduga babi ngepet itu.