Sebar Fitnah Babi Ngepet, Ibu Wati Diusir Warga

Salah seorang warga, Martalih, mengatakan penangkapan babi ngepet yang dilakukan tadi malam sekitar pukul 00.30 WIB dilakukan dengan cara telanjang sebanyak delapan orang. Penangkapan yang dilakukan dengan cara tidak biasa merupakan menjadi salah satu syarat untuk menangkap babi ngepet yang sudah meresahkan warga. Kehebohan kasus babi ngepet beberapa hari lalu belum usai meski pelaku perekayasa hoaks telah ditangkap.

Di media sosial beredar video viral ibu-ibu berhijab merah yang ternyata seorang notaris ingin tutup jalan di sebuah kampung. Direncanakan babi akan dimusnahkan jika tidak ada warga yang mengaku sebagai anggota keluarganya. “Dari hasil kesepakatan tokoh masyarakat rencananya babi tersebut akan dimusnahkan mengingat semakin lama semakin banyak warga yang berkerumun untuk menyaksikan babi jadi-jadian,” katanya. Dari informasi yang didapat, warga ada yang kehilangan uang sekitar Maret 2021.

Babi ngepet ditangkap Warga

“Ya itu memang babi ngepet, dia sudag melakukan aksinya sejak sebulan lalu,” kata Abdul. Untuk menghindari kerumunan warga yang penasaran, babi itu langsung dieksekusi dengan cara memisahkan kepala dan badannya. Pria yang memakai jubah hitam tersebut tiba-tiba berubah Togel Online menjadi seekor babi kecil. “Kurang lebih membutuhkan waktu satu jam untuk jadi babi,” kata Suhanda. Isu babi ngepet dibuat oleh tokoh kampung berinisial AI , kini berstatus tersangka. Dengan bekal galon air, seorang warga berhasil memukul pelaku pencurian motor.

“Saya pribadi pun menjadi korban, uang saya hilang Rp 900 ribu minggu-minggu lalu, bahkan ada warga yang kehilangan uang mencapai Rp 2 juta. Uang saya hilang saat saya taruh di amplop di dalam lemari,” paparnya. Ia mengatakan, akhir-akhir ini warga di lingkungan tersebut banyak menjadi korban kehilangan uang. Abdul menceritakan warga sudah berjaga dan siap untuk menangkap babi ini.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 14 Ayat 1 dan atau Ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. AI mengakui semua perbuatannya yang telah melakukan rekayasa atau berita bohong tentang babi ngepet bersama enam orang temannya. Atas cerita AI tersebut, banyak warga setempat penasaran sehingga ingin menyaksikan secara langsung babi ngepet tersebut yang mengakibatkan terjadinya kerumunan. “Ternyata ini semua cerita bohong, tidak benar, hanya karangan AI saja,” ujarnya pula.

Meski demikian, apapun motifnya petugas tetap memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Ternyata isu babi ngepet di Depok ini sudah direncanakan sejak bulan Maret lalu. Pelaku yang kemudian ditangkap mengungkapkan sudah merencanakan hal ini sejak Maret, dan dengan delapan orang lainnya. Dalam video Twitter yang diunggah akun @mawakresna, seorang warga mengatakan babi sudah ditangkap dalam keadaan telanjang bulat. Kemudian, pada warga yang menangkap ia mengimbau terkait dengan penanganan akhirnya disepakti babi itu untuk dieksekusi siang hari dan dimakamkan di sekitaran rumah yang melakukan penangkapan. Menurut dia, warga yang tidak melepas pakaian tidak bisa melihat mahluk itu.

Diduga, itu merupakan babi ngepet yang selama ini sudah meresahkan warga. Warganet sendiri masih menunggu unggahan lanjutan dari Yulian di TikTok. Pasalnya, wanita cantik itu belum menjelaskan tentang video yang diunggahnya. Beberapa mitos menceritakan tentang babi ngepet yang merupakan orang yang ingin kaya dengan cara mengambil pesugihan babi. Saat akan “beraksi”, si tuan harus mengenakan jubah hitam untuk menutupi tubuhnya.

Pelaku memiliki motif untuk menaikkan popularitasnya sebagai pemuka agama. Rio juga tidak bisa menyimpulkan bahwa ukuran babi tersebut menyusut setelah ditangkap warga. Pihaknya sejauh ini juga menerima laporan warga yang sering kehilangan uang ataupun pencurian. Suhanda menambahkan, warga yang sebelumnya sudah siap dengan kedatangan sang babi langsung menangkap dan memasukkannya ke dalam kandang yang terbuat dari bambu kuning. “Sebaiknya melaporkan apabila warga kehilangan uang. Jangan terlalu mengaitkan dengan hal mistis karena perlu mencari kebenaran fakta,” pungkas Rio.