Strategi Mempertahankan Bisnis Di Tengah Pandemi Covid

Tak hanya pendapatan yang berkurang, mungkin tak sedikit juga dari Anda yang mengalami PHK akibat pengurangan pegawai pada perusahaan. Selama masa karantina di rumah ini, Anda juga bisa tetap produktif, lho. Ada banyak peluang bisnis baru atau pekerjaan sampingan yang dapat Anda lakukan untuk menghasilkan uang tambahan. Inilah saatnya untuk Anda berpikir kreatif dan coba membaca peluang bisnis yang bisa dilakukan dari rumah. Maka perlu jika mahasiswa mengambil perannya dan meminta kepada pemerintah untuk memberikan akses kesehatan gratis kepada semua orang yang hendak memeriksakan diri dan berobat karena terkonfirmasi virus corona.

Bisnis mahasiswa saat corona

Magang dari rumah memang membuat interaksimu dengan orang-orang kantor terbatas. Selain karena belum terlalu akrab, kamu bisa saja sungkan jika merepotkan mereka dengan banyak hal. Kamu hanya perlu jujur berkata bahwa kamu membutuhkan masukan untuk bisa berkembang selama magang. Hal ini bukan hanya baik untuk masa magangmu, melainkan juga untuk menjalin hubungan baik dengan orang kantor. Kunci paling penting saat magang dari rumah adalah membangun komunikasi yang baik dengan senior. Biasanya kamu akan mendapat seorang mentor yang bertanggung jawab atas pekerjaanmu.

Kemudahan mengakses audiobook melalui smartphone membikin banyak orang tertarik dengan produk ini. Banyaknya permintaan produk audiobook juga membuka peluang pekerjaan freelance sebagai narator, atau pengalih isi buka dari teks menjadi suara. Salah satu situs yang menyediakan informasi tentang bagaimana menghasilkan uang dari menjadi narator audiobook adalah bookriot.com. Selain itu, bisnis e-commerce juga menjadi kebutuhan utama publik dalam bertransaksi pada masa pandemi, mengingat jual-beli on-line marak dilakukan untuk meminimalisir kontak fisik.

Jika belum memiliki produk, saran kami, bergabunglah dengan program reseller atau franchise yang sudah terkenal. Contohnya, Es Teler 77 yang melakukan strategi penjualan produk makanan beku . Dengan strategi ini, bisnis mereka tidak terpengaruh dengan sepinya dine-in. Sebab, bisnis mereka mulai diarahkan ke produk takeaway dengan penjualan online.

117 memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi sekitar 50% dibanding virus aslinya (Covid-19). Ini akan menghasilkan perubahan kemasan, pertukaran rekam jejak kesehatan dan temperatur, bisnis retail/hospitality dengan jasa free of charge untuk kebersihan, preferensi produk yang pure, layanan pengantaran tanpa kontak. Pertama, kecemasan dan depresi yang lebih besar setelah pandemi berlalu. Sebab, banyak orang dipediksi akan merasa lebih terisolasi, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah kesehatan dan hubungan.

Tak hanya kisah Reinal, Nelam Sari Tanjung, salah satu pebisnis yang bergelut di bidang kuliner juga terkena dampak pandemi. Usaha kuliner khas Medan yang baru dibuka pada tahun 2019 Bandar Togel Online harus terpaksa dia tutup sementara, mendukung adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar . Kenaikan keuntungan ini juga dialami oleh Asosiasi Florikultura Poktan Alamanda Sukabumi.

Maka dari itu, kita bisa juga kita berjualan di e-commerce, serta memperhatikan cara agar pembeli tertarik untuk membeli lewat akun usaha kita di tengah usaha orang lain yang sudah besar,” tutup Ayu. Turunnya omzet toko fisik membuat salah satu mahasiswa asal Jakarta, Reinal Setiawan membuka bisnis brownies agar setidaknya tidak perlu lagi meminta uang saku ke orang tuanya, yang sedang kesulitan dalam mengolah bisnis toko fisik mereka. Bermodalkan ilmu dari jurusan perhotelannya di kampus, dia mengembangkan bisnis brownies cheesecake. Selama wabah permintaan terhadap produk/layanan kesehatan meningkat pesat. Ini merupakan peluang bagi sektor perhotelan dengan melakukan utilisasi aset yang mereka miliki yaitu kompetensi di bidang housekeeping khususnya cleaning providers. Maka Hotel Teraskita dan Hotel Ambhara meluncurkan layanan “on-demand cleaning service” dengan label kebersihan prima “berkelas resort” ke rumah-rumah.